Sat. Sep 26th, 2020

BLAM

KEREN

Pelayanan Bimbingan Manasik Haji Kemenag “Sangat Efektif”

2 min read

Suasana diskusi penelitian Pelayanan Haji,, Jumat, 9 Agustus 2019. Foto: Zulfikar

729 total views, 2 views today

MAKASSAR, BLAM –  Kementerian Agama (Kemenag) di Kawasan Timur Indonesia (KTI), patut berbangga. Pelayanan bimbingan manasik haji yang mereka lakukan terhadap calon jamaah haji yang berangkat pada 2018, memperoleh indeks 3,55, yang berarti “Sangat Efektif”.

Total indeks 3,55 tersebut diperoleh dari hasil keseruhan indeks pelayanan bimbingan manasik haji yang mencakup empat dimensi, yang diturunkan lagi menjadi indikator, seperti; Pengelola (pelayanan panitia dan pelayanan pembimbing), Pengelolaan (pelayanan perencanaan dan pelayanan pelaksanaan), Program (materi pembimbingan), dan Sarana dan Prasarana.

“Dari 14 kota yang menjadi sasaran penelitian kami, indeks pelayanan bimbingan haji kemenag kota masuk kategori “Sangat Efektif,” kata Sitti Arafah, Koordinator Penelitian.

Arafah mengungkapkan hal tersebut, saat memaparkan hasil temuan lapangan Pra-Seminar Penelitian “Efektivitas Pelayanan Bimbingan Manasik Haji pada Kantor Kementerian Agama di KTI”, di Hotel Novotel Makassar, Jumat pagi, 9 Agustus 2019.

Bersama timnya, Arafah mengedakan sebanyak 900 angket di 14 kota, yaitu Balikpapan dan Tarakan (Arafah), Palopo dan Parepare (Syamsurijal), Ternate dan Tidore (Dahlan), Gorontalo dan Kotamubagu (Burhanuddin), Kendari dan Baubau (Ramlah Hakim), Ambon dan Tual (Aisyah Said), serta Jayapuradan Makassar (Ahmad Sarilla).

Meskipun memperoleh indeks “Sangat Efektif”, tim ini memberi beberapa catatan penting yang dituangkan ke dalam rekomendasi untuk ditujukan kepada kemenag.

Dari empat rekomendasi tersebut, dua di antaranya adalah, menyangkut masalah buku manasik haji, dan penambahan jumlah pertemuan pelaksanaan manasik haji lebih delapan kali.

“Buku-buku bimbingan manasik haji sebaiknya dibagikan jauh-jauh hari sebelum keberangkatan,  supaya sebelum memasuki kegiatan manasik haji dari kementerian agama, calon jamaah haji telah memiliki dasar-dasar berhaji,” jelas Arafah.

“Biar lebih fleksibel, pertemuan dan pelaksanaan pembimbingan sebaiknya dilakukan hari Sabtu dan Ahad. Juga anggaran biar cepat dicairkan kalau ingin lebih efektif lagi pelayanannya,” sambung Arafah.

Narasumber, Prof. Dr. H. Ruslan, mengatakan, ada beberapa yang perlu digarisbawahi lagi oleh peneliti.

“Misalnya, perlu juga ada penjelasan dari peneliti mengapa indeks dimensi pengelola di kota ini masuk kategori “efektif”, sedangkan di kota lain tergolong “sangat efektif”,” kata dosen Universitas Negeri Makassar, ini.

Pembimbing internal, Prof. Dr. H. Kadir Ahmad, menyatakan, banyak informasi bisa diperoleh melalui penggalian wawancara dengan responden.

“Banyak masalah yang kita ketahui melalui wawancara. Makanya, saya arahkan juga untuk melakukan wawancara dengan pelaksana dan juga jamaah haji. Inilah juga pentingnya pemaknaan angka-angka,” kata Peneliti Ahli Utama BLAM, ini. (zul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *