Fri. Sep 25th, 2020

BLAM

KEREN

Workshop Peta Keagamaan, Riset Guru Madrasah, dan Transliterasi Naskah Keagamaan

2 min read

Salah satu kegiatan workshop yang dilaksanakan Peneliti BLAM, Jumat, 2 Agustus 2019. Foto: Dok. Pribadi

675 total views, 2 views today

MAKASSAR, BLAM — Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar (BLAM) mengadakan tiga kegiatan pengembangan (workshop), Jumat sore, 2 Agustus 2019. Workshop yang dilaksanakan di Kantor BLAM ini, merupakan tahap lanjutan kedua, yang diadakan tiga bidang penelitian.

Workshop tersebut adalah “Peta Keagamaan Berbasis Kelurahan”, dengan menyasar salah satu lokus terkecil yakni Kelurahan Lakessi, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Workshop ini digarap oleh Peneliti Bidang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan.

Peneliti Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan membahas “Riset Sederhana bagi Guru Madrasah”, sedangkan Peneliti Bidang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi mengerjakan Workshop “Transliterasi dan Terjemahan Naskah Klasik Keagamaan”.

Pelaksanaan kegiatan pengembangan ini dilakukan di luar jam kantor, atau Rapat Dalam Kantor (RDK). Peserta yang hadir pada tiga kegiatan ini meliputi, stakeholder dari kementerian agama, akademisi, serta praktisi yang memiliki keterkaitan dengan tema pembahasan, dengan jumlah peserta sebanyak 90 orang, terdiri atas peneliti, staf, dan panitia, serta 15 orang peserta luar instnasi BLAM.

Selain peserta, masing-masing pengembangan menghadirkan narasumber, yaitu Dr.Nur Setiawati, Ph.D, Dr.Hj. Mardiawaty, M.Ag.  dan Muhammad Djazuli.

“Kami berharap aplikasi berbasis online ini dapat digunakan stakeholder, utamanya penyuluh di kementerian agama, untuk melakukan pemetaan keagamaan di masing-masing wilayah kerjanya,” kata Paisal, Koordinator Workshop Peta Keagamaan Berbasis Kelurahan.

Selanjutnya, kata Paisal, peta ini dapat pula digunakan oleh kalangan kampus, utamanya pada pelaksanaan KKN mahasiswa, sehingga dengan mudah dapat melaksanaan pemetaan pada lokasi di mana mereka melakukan KKN.

Sementara Baso Marannu, Koordinator Workshop Riset Sederhana bagi Guru Madrasah, menyatakan, dengan adanya modul riset sederhana bagi siswa madrasah, tim ini berharap siswa-siswa di madrasah sejak dini mampu membuat karya tulis ilmiah secara sederhana.

“Transliterasi dan terjemahan naskah keagamaan adalah upaya kami untuk mengenali bahasa, dan menerjemahkan naskah atau lontraq yang telah didigitalkan BLAM beberapa tahun lalu. Kami berharap, naskah atau lontaraq tersebut dapat dibaca oleh masyarakat,” tutur Syarifuddin, Koordinator Workshop Transliterasi dan Terjemahan Naskah Klasik Keagamaan. (sta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *