Fri. Sep 25th, 2020

BLAM

KEREN

Anggaran 2020 Dipangkas, Beberapa Kegiatan Ditiadakan

2 min read

Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si, memimpin rapat perubahan anggaran, Kamis pagi, 1 Agustus 2019. Foto: Irfan

936 total views, 2 views today

MAKASSAR, BLAM – Bagian Perencanaan Keuangan Balai Litbang Agama Makassar (BLAM), terpaksa memutar otak lebih kencang. Rencana Kementerian Keuangan memangkas anggaran, ternyata ikut berimbas kepada kegiatan rencana program BLAM 2020.

Selain judul penelitian yang telah ditetapkan sebelumnya mengalami perubahan, beberapa kegiatan seperti pengembangan (workshop) dan penerbitan buku, akhirnya ditiadakan. Sementara penerbitan Jurnal Al-Qalam tidak berubah, dan tetap diterbitkan dua kali dalam setahun.

“Diskusi perubahan anggaran ini menjadi pembicaraan serius di lingkungan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama saat kami rapat koordinasi di Jakarta, belum lama ini,” kata Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si, saat memimpin rapat perubahan anggaran 2020, di aula lantai tiga BLAM, Kamis siang, 1 Agustus 2019.

Rapat perubahan anggaran dihadiri peneliti, pegawai struktural, dan non pegawai Aparatur Sipil Negara BLAM.

Menurut Saprillah, pemotongan anggaran adalah di luar kehendak Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI yang menjadi induk BLAM. Pemotongan anggaran ini merupakan salah satu kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, yang mesti dipatuhi oleh semua instansi negara.

“Tapi, kalau misalnya tidak ada perubahan anggaran, maka rencana judul-judul penelitian dan kegiatan pengembangan yang sudah kita rancang sejak awal, kemungkinan besar tidak berubah,” jelas Pepi, sapaan akrab Saprillah.

Pemangkasan anggaran berdampak juga terhadap perjalanan dinas pegawai struktural. Pengurusan surat izin penelitian yang selama ini dilakukan oleh pegawai struktural, juga akan ditinjau ulang. Apakah pengurusan surat izin penelitian tetap diberlakukan, atau malah sebaliknya, dihilangkan saja.

Sebelum wacana pemotongan anggaran mengemuka, peneliti BLAM sangat intens menggagas dan mendiskusikan penelitian-penelitian yang akan mereka laksanakan tahun 2020. Bukan cuma mendiskusikan judul dan tema penelitian, melainkan juga metodologi penelitiannya.

Sementara itu, pemangkasan anggaran dianggap peneliti BLAM sebagai sesuatu yang wajar. Mereka tidak terlalu risau dengan adanya pemotongan anggaran ini. Informasi ini memang sempat membuat peneliti terkejut, sehingga  jalannya diskusi pada rapat ini berlangsung seru. Namun, pada akhirnya semua memakluminya.

“Yang perlu dipikirkan peneliti sekarang adalah, menyesuaikan anggaran yang tersedia, sembari kita menyusun tema-tema penelitian lain berdasarkan anggaran yang ada. Contohnya, kita menginginkan tema terkait moderasi agama. Nah, moderasi agama itu seperti apa? Bagaimana moderasi agama yang diinginkan negara, dan lain sebagainya,” kata Syamsurijal, Peneliti Bimas Agama dan Layanan Keagamaan.

“Tugas kita juga sebagai peneliti adalah merancang ulang tema-tema penelitian, termasuk rangkain kegiatan RDK (Rapat Dalam Kantor). Mungkin juga, merevisi jumlah peserta dan narasumber setiap kali RDK,” usul Dr. Badruzzaman, Peneliti Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan. (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *