Sat. Sep 26th, 2020

BLAM

KEREN

Tim Peneliti Haji Edarkan 900 Angket

2 min read

Peserta tampak serius mengikuti seminar hasil studi awal (penjajakan) lapangan Peneliti BALK Balai Litbang Agama Makassar, di ruanganya, Selasa sore, 9 Juli 2019. Foto: Zulfikar

1,129 total views, 6 views today

MAKASSAR, BLAM – Peneliti Bidang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan (BALK) memaparkan hasil penjajakan lapangan, sekaligus hasil uji coba atau validasi angket penelitian Efektifitas Pelayanan Bimbingan Manasik Haji pada Kementerian Agama di Kawasan Timur Indonesia.

Saat penjajakan lapangan selama sepekan, masing-masing peneliti membawa lima kuisioner untuk diujicobakan kepada masyarakat setempat.

“Tujuan uji coba angket adalah untuk mengetahui tingkat keterbacaan kuisioner kepada calon responden di tiap-tiap lokasi penelitian,” kata Sitti Arafah, Koordinator Penelitian, saat memaparkan temuan penjajakannya di Balikpapan dan Tarakan, di ruang kerja BALK, Selasa sore, 9 Juli 2019.

Pada tahap penjajakan selama sepekan, peneliti tidak hanya mengujicobakan angket, melainkan juga menentukan orang yang akan mengedarkan angket.

“Untuk uji angket, teman-teman telah melakukan di delapan lokasi dengan menyebar 40 angket, di mana yang kita uji adalah jamaah haji tahun 2016 dan 2017. Nah, untuk tahap penelitian, kami akan membawa 900 angket di 14 kota yang menjadi sasaran penelitian,” lanjut Arafah.

Selain Arafah, mereka yang terlibat di dalam penelitian haji adalah Syamsurijal, yang mendapat lokasi di Sulawesi Selatan (Parepare dan Palopo ), Ramlah Hakim (Kota Kendari dan Bau-Bau), Muh. Dachlan (Ternate dan Tidore), Ahmad Sarillah (Makassar dan Papua), Burhanuddin (Gorontalo dan Kota Kotamobagu), dan Aisyah Said (Ambon dan Tual).

Narasumber penelitian, Prof. Dr. H. Ruslan, memberikan banyak masukan, di antarannya mengubah dan menambahkan pertanyaan pada butir variabel. Termasuk, mengusulkan tim peneliti untuk melakukan coaching kepada petugas sebelum mereka mengedarkan angket.

“Hal ini dimaksudkan, supaya mereka yang ditugaskan mengedarkan angket punya pengetahuan metodologi tentang penentuan responden dan pengedaran angket,” kata Ruslan.

Peserta dari luar yang diundang juga tampak antusias memberikan masukan. Beberapa di antara mereka bahkan mengusulkan penambahan dan pengurangan di dalam kuisioner. (zul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright ©BLAMakassar2019 | Newsphere by AF themes.