Sat. Dec 5th, 2020

BLAM

KEREN

Pelajaran Agama Dihapus?

3 min read

Siswi SMA mendiskusikan buku yang mereka baca. Wacana penghapusan pelajaran agama di sekolah membuat publik Indonesia heboh. Foto: MaduraExpose.com

1,124 total views, 2 views today

Oleh: Saprillah (Kepala Balai Litbang Agama Makassar)

Republik dunia maya kembali geger. Damono, Seorang praktisi pendidikan mengusulkan pelajaran agama di sekolah dihapuskan, dengan berbagai alasan yang sepintas cukup rasional. Pernyataan ini segera membuat hati dan pikiran sebagian besar warga negara Indonesia terluka. Para politisi turun gunung melalui media sosial memberikan pembelaan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memberikan pernyataan, Menteri Agama memberikan bantahan. Para netizen pun bereaksi. Beragam kritik, sindiran, dan caci maki dilontarkan. Anehnya, sebagian nitizen menyerang pemerintah, yang dianggap mulai tidak perpihak kepada agama, atau membenarkan dugaan, Indonesia sedang dikuasai oleh hide sekulerisme.

Mengapa isu ini menjadi perbincangan? Mengapa semua orang Indonesia marah? Ada beberapa alternatif jawaban, tetapi saya mengajukan dua jawaban.

Pertama, orang Indonesia terlanjur percaya, pelajaran agama adalah sendi utama pembangunan karakter anak bangsa. Alih-alih menghapuskan, warga Indonesia malah mengeluhkan minimnya jam pelajaran agama di sekolah umum. Usulan untuk menghapus pelajaran agama di sekolah bertolak belakang dengan pandangan umum. Usulan ini dianggap penghinaan terhadap identitas agama itu sendiri.

Kedua, isu ini telah menjalar ke dunia politik. Baru-baru saja kita selesai dari perhelatan politik yang menguras energi. Perdebatan demi perdebatan berlangsung dengan keras dan hebat. Seluruh warga Indonesia ikut serta dalam arus perdebatan. Pendukung masing-masing capres terkanalisasi dan terbentuk dengan kaku. Salah satu isu yang menarik adalah Jokowi anti Islam.

Munculnya gagasan penghapusan pendidikan agama tiba-tiba terkanalisasi kembali. Para anti-Jokowi mulai mengaitkan ide ini sebagai representasi pemerintah Jokowi yang memang dikonstruksi anti-Islam.

Konteks ini pula-lah yang memaksa menteri pendidikan dan menteri agama memberi jawaban. Kedua menteri ini tidaklah menjawab Damono, tetapi menjawab para pengkritik Damono yang mengaitkan idenya sebagai ide negara.

Bagaimana seharusnya meletakkan ide penghapusan pelajaran agama ini? Terlepas dari huru-hara politik, saya meyakini kontroversi ide ini datang dari cara pandang kita yang memisahkan ilmu pengetahuan dalam pembidangan dan cenderung normatif. Pelajaran agama sederajat dengan pelajaran matematika, IPA, dan ilmu sosial.

Pelajaran agama dan budi pekerti dikelola dengan sistem pembelajaran yang sama dengan pelajaran umum. Para siswa juga dinilai dengan mekanisme yang sama dengan mata pelajaran yang lain.

Pada pelajaran agama ini-lah kita menitipkan moralitas siswa. Sementara pada pelajaran lain tidak ada beban moral apa-apa. Kita tidak pernah membebankan pelajaran kejujuran kepada mata pelajaran matematika dan fisika.

Akibatnya, pelajaran agama seperti “pelengkap” saja. Orang tua lebih gelisah apabila nilai ujian matematika anaknya rendah ketimbang nilai agamanya. Tidak pernah terdengar ada orang tua memberikan les privat pelajaran agama agar nilai agamanya bisa tinggi.

Saya tidak ingin mengambil posisi setuju atau tidak setuju atas gagasan penghapusan pelajaran agama. Saya lebih senang mengusulkan integrasi berbagai pendekatan terhadap satu mata pelajaran. Ide ini sudah berjalan beberapa tahun belakangan tetapi kurang mendapatkan evaluasi. Guru matematika, guru IPA, guru IPS, guru olahraga, dan semua guru sejatinya adalah guru agama.

Kalaupun guru agama ada, itu hanya mengajarkan ajaran fundamental dalam agama  baik teknis seperti mengaji maupun subtansi seperti ideologi keagamaan. Bagi saya, Semua pelajaran asalkan tujuannya baik, sejatinya adalah bagian dari pendidikan agama. Jika perspektif ini ada di pikiran kita bersama, pengusulan penghapusan pelajaran agama atau juga kegelisahan karena jam pelajaran agama, kurang menjadi tidak menarik lagi. Sesederhana itu. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright ©BLAMakassar2019 | Newsphere by AF themes.