Thu. Nov 26th, 2020

BLAM

KEREN

Sekolah Kekurangan Guru Agama

2 min read

Peserta tampak serius mengikuti pemaparan hasil temuan penjajakan peneliti Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Balai Litbang Agama Makassar, di aula kantor, Selasa sore, 9 Juli 2019. Foto: Fauzan

556 total views, 2 views today

MAKASSAR, BLAM — Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar melaksanakan pembekalan dan penyiapan administrasi penelitian Implementasi Kebijakan Pengangkatan Guru Agama di Sekolah Umum.

Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan penelitian yang dilakukan dengan bentuk Rapat Dalam Kantor (RDK) yang membahas hasil pengumpulan data awal penelitian.  Kegiatan ini dilaksanakan di aula lantai 3 Kantor Balai Litbang Agama Makassar, Selasa, 9 Juli 2019 sore.

Penelitian ini melibatkan empat  orang  penelitian Balai Litbang Agama Makassar, yaitu Mujizatullah/kordinator penelitian (Kota Samarinda), Amiruddin (Kota Manado), Muhammad Rais (Kota Gorontalo), Baso Marannu (Kota Kendari).

Dr. Hj. Mujizatullah sebagai koordinator penelitian, mengemukakan, terdapat kekurangan guru agama di beberapa wilayah di kawasan timur Indonesia, dan minimnya peran Kementerian Agama dalam pengangkatan guru agama. Implemenasi kebijakan yang dimaksud pada penelitian ini merujuk pada   Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017, Permenpan Nomor 36 Tahun 2018 dan PMA Nomor 16 Tahun 2010.

Ada tiga komponen yang disampaikan peneliti terkait hasil temuan lapangan, yaitu ketersediaan data penelitian, ketersediaan informan/narasumber penelitian, dan keterjangkauan sasaran penelitian.

Taufik Akbar, Kepala Bidang Perencanaan ASN pada BKD Provinsi Sulawesi Selatan, munyatakan, sejak 2016 terdapat proses pengalihan pendataan SMA dan SMK ke BKD provinsi.

Tugas BKD provinsi pada prinsipnya menyusun proyeksi kebutuhan pegawai berdasarkan analisis jabatan (anjab) dan analisis beban kerja (ABK)  dari Dinas Pendidikan. Pada 2016 dibuka formasi 107 orang, dan terdapat 30 orang guru agama, guru agama Islam 28 orang, Kristen 1 orang, Katolik 1 orang.

Untuk 2019, berdasarkan ABK, kebutuhan guru untuk tingkat SMA Negeri sebanyak 475 orang, sedangkan PNS yang ada 302 orang dan yang akan pensiun 2 orang, sehingga terdapat kekurangan guru 171. Untuk SMA berdasarkan ABK terdapat kebutuhan guru 70 orang, guru PNS ada 17 orang dan yang akan pensiun 2 orang sehingga ada kekurangan guru 51.

Untuk tingkat SMK Negeri kebutuhan guru 280 orang, PNS yang ada 145 dan yang akan pensiun  9 orang sehingga kekurangan 126 orang. Untuk SMK Swasta terdapat kebutuhan guru 147 orang, sedangkan guru PNS yang 28 orang dan yang akan pensiun 3 orang, sehingga ada kekurangan 126 orang guru.

Lebih lanjut, Muslim Hidayat dari BKD Kota Makassar menambahkan, khusus di Kota Makassar telah mengusulkan 136 CPNS. Sedangkan perwakilan dari Dinas Pendidikan, Dra.Hj.Hasriawati Syarif,M.Si, mengemukakan, terdapat kekurangan guru 215 orang untuk semua mata pelajaran di Kota Makassar pada tingkatan SD dan SMP.

Narasumber kegiatan ini adalah Bapak Dr.Muhammad Yaumi, MA, memberikan arahan pada penguatan metode penelitian terutama pada teknik pengumpulan data, yaitu penggunaan wawancara tidak terstruktur dan FGD (focus group discussion).

“Dan, memungkinkan untuk menggunakan jenis penelitian educational policy research. Metode dan pendekatan penelitian ini akan efektif bila digunakan pada penelitian kebijakan,” kata Muhammad Yaumi.

Peserta yang hadir pada kegiatan ini berjumlah 25 orang terdiri atas 20 orang berasal dari staf serta peneliti, dan 5 (lima) orang tamu/undangan dari luar yang berasal dari Dinas Pendidikan Kota Makassar, Perwakilan Badan Kepegawaian Daerah Kota Makassar, Perwakilan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, dan Kepala Sekolah Menengah Atas di Kota Makassar. (zan)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright ©BLAMakassar2019 | Newsphere by AF themes.