Sat. Sep 26th, 2020

BLAM

KEREN

Eksistensi Bahasa Arab di Era Millenial

3 min read

658 total views, 4 views today

Oleh: Hamsiati (Peneliti Balai Litbang Agama Makassar)

Bahasa adalah realitas yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tumbuh kembangnya manusia pengguna bahasa. Realitas bahasa dalam kehidupan ini semakin menambah kuatnya eksistensi manusia sebagai makhluk berbudaya dan beragama.

Kekuatan eksistensi manusia sebagai makhluk berbudaya dan beragama, antara lain, ditunjukkan oleh kemampuannya memproduksi karya-karya besar berupa sains, teknologi, dan seni yang tidak terlepas dari peran-peran bahasa yang digunakannya.

Dalam konteks lain, bahasa bisa dijadikan alat propaganda, bahkan peperangan yang bisa membahayakan sesama jika pengguna bahasa tidak lagi melihat rambu-rambu agama dan kemanusiaan dalam penggunaannya.

Bahasa dapat pula diartikan sebagai sistem suara yang terdiri atas simbol-simbol arbitrer (manasuka) yang digunakan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk bertukar pikiran atau berbagi rasa. Bahasa adalah sistem yang terbentuk oleh simbol–simbol, diusahakan, dan dapat berubah untuk mengekspresikan tujuan pribadi atau komunikasi antarindividu.

Dunia ini mengenal berjuta bahasa, namun hanya beberapa bahasa saja yang dipelajari hampir di seluruh belahan dunia yang kemudian bahasa ini disebut bahasa internasional. Salah satu bahasa internasional tersebut adalah bahasa Arab.

Negara kita, Indonesia merupakan salah satu negara yang mempelajari bahasa Arab karena latar belakang keagamaan. Bahasa Arab, yang merupakan bahasa kitab suci umat Islam, tentu akan banyak dipelajari oleh masyarakat Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim.

Pada dasarnya, semua bahasa di dunia ini mempunyai ciri khas dan keistimewaan yang menjadikannya berbeda dengan bahasa lainnya.

Bahasa Arab adalah salah satu bahasa yang memiliki ciri khas tersendiri dan beberapa kelebihan dibanding bahasa lain. Dapat dicontohkan, antara lain, bahasa Arab memiliki struktur yang kuat, pemaparan yang jelas, keindahan yang sangat tinggi, dan makna yang sangat dalam.

Ada beberapa alasan mengapa bahasa Arab dianggap memiliki kedudukan dan peran yang sangat penting sehingga bahasa Arab itu masih eksis sampai saat ini bahkan sampai hari akhir nanti.

Pertama, bahasa Arab merupakan bahasa al-Qur’an, kitab suci umat Islam yang berjumlah lebih dari satu miliar jiwa, sekalipun dalam keyakinan muslim, al-Qur’an bukan hanya penuntun bagi mereka, melainkan juga petunjuk bagi seluruh umat manusia,

 

Sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Jasyiyah/45: 20

هذَا بَصَائِرُ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِقَوْمٍ يُوْقِنُوْنَ.

Artinya:

“(Al-Qur’an) ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.”

Bahasa Arab juga adalah bahasa ibadah umat Islam, yang mengambil porsi seperlima dari seluruh penduduk dunia tersebut

 Kedua, bahasa Arab merupakan bahasa internasional, yang sampai saat ini masih mempertahankan statusnya tersebut, sejajar dengan bahasa Inggris dan bahasa Prancis. Di antara ciri keinternasionalan bahasa Arab adalah, ia dituturkan tidak kurang dari 200 juta orang di berbagai belahan dunia. Terutama, di negara-negara Arab di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Bahkan, dalam perkembangan terbaru jumlah tersebut menjadi 280 juta orang penutur bahasa asli dan 250 juta orang bukan penutur asli. Ia juga merupakan bahasa resmi sekitar 25 negara.

Negara-negara yang menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa resmi yaitu: Aljazair, Bahrain, Comoros, Djibouti, Mesir, Irak, Jordania, Kuwait, Libanon, Libya, Mauritania, Maroko, Oman, Palestina, Qatar, Saudi Arabia, Somalia, Sudan, Syria, Tunisia, Uni Emirat Arab, Yaman, Sahara Barat, Chad, Eriteria; termasuk juga bahasa resmi di Israel, Uni Afrika, Liga Arab, OKI, dan PBB.

Menurut Wise, bahasa Arab juga merupakan bahasa orang India Utara, sebagian orang Turki, Iran, Portugal, dan Spanyol.

 Ketiga, bahasa Arab telah menjadi bahasa yang cukup besar peminatnya di Barat terutama dalam dasawarsa terakhir ini. Di Amerika, misalnya, tidak satupun perguruan tinggi yang tidak menjadikan bahasa Arab sebagai salah satu mata kuliah, termasuk perguruan tinggi Katolik dan Kristen.

Harvard University, sebuah perguruan tinggi swasta paling terpandang di dunia, yang didirikan para pendeta Protestan, dan Georgetown University, sebuah universitas swasta Katholik, mempunyai pusat studi Arab bernama Center of Contemporary Arab Studies.

Di Indonesia sendiri, bahasa Arab merupakan bahasa asing kedua yang diajarkan pada lembaga-lembaga pendidikan setelah bahasa Inggris. Bahkan, di lembaga-lembaga pendidikan bercirikan Islam seperti pesantren, bahasa tersebut merupakan bahasa asing pertama.

Dengan demikian, dapat dikatakan, bahasa Arab memiliki pengaruh yang sangat besar, bukan saja bagi ratusan juta umat muslim Arab dan muslim non Arab, melainkan juga bagi siapa pun yang memiliki kepentingan menjalin komunikasi efektif dengan dunia Arab khususnya dan dunia Islam umumnya. (*)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright ©BLAMakassar2019 | Newsphere by AF themes.