Sat. Apr 4th, 2020

BLAM

KEREN

Peneliti Lektur Dalami Moderasi Agama dalam Tradisi Lisan

2 min read

Peneliti Bidang Lektur Khazanah Keagamaan dan Organisasi Manajemen Balai Litbang Agama Makassar menyajikan hasil temuan penjajakan mereka, Senin, 8 Juli 2019. Foto: Risal

358 total views, 4 views today

MAKASSAR, BLAM – Setiap daerah memiliki tradisi lisan berbeda-beda. Bahkan, di banyak daerah di Indonesia, pelaku kebudayaan masih mempraktikkan dan melestarikan tradisi yang ditinggalkan oleh lelulur mereka hingga kini.

Pada saat pemaparan hasil temuan studi awal (penjajakan) Bidang Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi (LKKMO), mereka tidak hanya memfokuskan kepada tradisi lisan saja di Kawasan Timur Indonesia, melainkan juga tradisi lisan yang dikaitkan dengan moderasi agama.

“Tugas kita selaku peneliti adalah memastikan, bahwa tradisi lisan yang terdapat pada masyarakat yang kita teliti betul-betul tidak keluar dari unsur inventasisasi, fungsional, dan kebijakan. Tradisi lisan juga bukan cuma sekadar mengingat masa kejayaan masa lalu dan kemudian ingin meromantisirnya,” kata Koordinator tim peneliti, Abu Muslim.

Seminar penjajakan yang dihadiri peserta luar, antara lain, Suib Pramono (Gusdurian), Muh. Ridha (Cara Baca Institute), Rismawidiawati (peneliti BPNB Sulsel), Hilmiyah (Merayu Makassar), dan Dr. Halilintar Lathief (Dosen UNM dan Peduli Pembaharuan Kebangsaan), berlangsung di ruangan kerja Bidang LKKMO, Senin sore, 8 Juli 2019.

Diskusi penjajakan berlangsung menarik. Setelah lima peneliti menyajikan apa yang mereka temukan selama sepekan, peserta kemudian mengajukan pertanyaan sekaligus masukan-masukan.

Muh Ridha, misalnya. Dosen UIN Alauddin Makassar ini memberi masukan penelitian Husnul Fahimah di Kabupaten Selayar, Sulsel. Menurut Ridha, ada beberapa moderasi agama dan tradisi lisan di Selayar yang belum terekspos di masyarakat, seperti tradisi mendorong perahu ke laut pada saat tengah malam.

Selama penjajakan sepekan, peneliti mengemukakan, lokasi yang mereka jajaki layak untuk dilanjutkan ke penelitian.

Husnul Fahimah akan mendalami moderasi agama dalam tradisi lisan Dide yang berbalas pantun di Selayar, Wardiah Hamid tradisi Bawasari atau semacam ritual memanggil arwah leluhur di Ambon, Faizal Bachrong mengulas tradisi lisan berupa syair-syair tamatan Al-Qu’ran dan perkawinan  di Tenggarong, Kalimantan Timur, dan Abu Muslim akan “menyelami” pammara, atau tradisi musyawarah pada Suku Bajoe, Sulawesi Tenggara.

Narasumber penelitian, Prof. Dr. H. Darmawan Salaman, mengingatkan peneliti untuk mempertegas lagi apa yang ingin dicapai ketika penelitian nanti. “Sebab, analisa konten hanya bisa dilakukan kalau di dalamnya terdapat moderasi lisan agama,” kata Darmawan. (sal)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright ©BLAMakassar2019 | Newsphere by AF themes.