Sat. Apr 4th, 2020

BLAM

KEREN

Darwis Pegawai Berdedikasi BLAM

2 min read

Penyusun Laporan Keuangan Balai Litbang Agama Makassar, Muhammad Darwis, sedang bersantai di sela-sela melakukan perjalanan dinas, belum lama ini. Foto: Istimewa

318 total views, 2 views today

SEPINTAS, bagi orang yang belum mengenal dirinya, ia terkesan pendiam, jarang berbicara, dan serius. Wajahnya yang ditumbuhi kumis dan jenggot, ikut menguatkan semua kesan tersebut pada diri lelaki ini.

Namun, siapa sangka, di balik sikapnya itu, ia termasuk tipikal pekerja ulet. Ia tidak bisa berlama-lama mendiamkan suatu pekerjaan. Terlebih lagi, tugas-tugas kantor yang diamanatkan kepadanya.

Lelaki kelahiran Tonrorita, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, 25 Mei 1975, ini adalah Muhammad Darwis.

Sejak menjadi personil baru pada Urusan Perencanaan dan Keuangan Balai Litbang Agama Makassar (BLAM), penggemar lagu-lagu Rhoma Irama ini, terlihat melaksanakan tugas demi tugas tanpa mengeluh dan mengenal lelah. Ia kerap tampil bersemangat.

Dengan menduduki jabatan Penyusun Laporan Keuangan, salah satu uraian tugas yang diemban Darwis memang tergolong urgen. Yaitu, membuat Surat Perintah Membayar (SPM) untuk pencairan gaji, tunjangan kinerja (tukin), uang makan, dan perjalanan dinas. Semua anggaran tersebut tidak bakalan bisa cair bila tidak menyertakan SPM.

“Saya selalu merasa tidak enak kalau ada pekerjaan yang tertunda-tunda. Makanya, kalau ada tugas yang diberikan kepada saya, saya selalu ingin menyelesaikan secepat mungkin,” kata Daeng Talli, sapaan akrab Darwis.

Untuk menyelesaikan tugas-tugas seabrek, pria yang punya anak satu ini, kerap telat balik ke rumah. Di saat semua pegawai meninggalkan kantor pulang ke rumah, ia justru masih duduk seorang diri mengerjakan tugas-tugasnya di dalam ruangannya di lantai dua. Ia baru pulang menjelang petang atau sehabis Magrib, setelah tugasnya kelar.

Rutinitas seperti itu hampir dilakoni Darwis setiap hari. Apalagi, ia juga menyadari, bekerja  di kantor penelitian dengan banyaknya perjalanan dinas, membuat ia mesti bekerja cepat, tetapi tetap mengacu pada aturan keuangan.

“Tugas yang saya kerjakan ini seperti pencairan gaji, tunjangan, dan sebagainya, adalah untuk kepentingan orang (pegawai) banyak. Kalau sering tertunda-tunda, orang lain tentu bisa kesal dan kecewa. Jadi, kalau bisa cepat diselesaikan, mengapa kita harus menundanya?” kata lelaki yang sering menulis puisi, ini.

Kepala Balai Litbang Agama Makassar, H. Saprillah, M.Si, mengapresiasi semua “anak buahnya” yang bertanggungjawab terhadap pekerjaannya. Darwis termasuk salah seorang pegawai yang diberikan acungan jempol.

“Pak Darwis orangnya berdedikasi tinggi pada tugas-tugas barunya. Dia juga sangat bertanggungjawab dan mau terus belajar. Melayani dan membuat orang puas adalah tujuannya bekerja,” kata Saprillah. (ir)

 

 

More Stories

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright ©BLAMakassar2019 | Newsphere by AF themes.